Kesabaran itu ada batasnya

Pagi ini saya mendapati kejadian yang cukup kontras pada saat akan mulai bekerja. Terdapat dua kejadian yang menurut saya cukup unik, seperti ini kejadiannya :

Pertama, saya mendapati seorang wanita sedang mengumbar ego dan kesombongannya atas apa yang telah dicapai dan ketidakpuasannya terhadap pasangannya. Menurut dia, pasangannya ini gak becus sebagai kepala rumah tangga. Padahal, hampir semua kebutuhan rumah tangganya basically sudah terpenuhi bahkan berlebih. Mereka punya kendaraan bermotor, rumah, pembantu rumah tangga, dan lain sebagainya.

Kedua, saya mendapati seorang wanita sedang curhat disebuah toko kelontong sedang meratapi nasibnya yang sengsara, hidup pas – pasan, uang gak yang didapat dari pasangan dan dirinya sendiri tidak cukup untuk menghidupi keluarga. Berbagai masalah selalu mendera tanpa henti, bahkan tercetus kata – kata yang diluar dugaan saya yaitu bagaimana kalau saya menjual diri saja atau mati sekalian biar tenang tidak menanggung hidup yang seperti sekarang ini.

Read more of this post

Sebenarnya hidup ini indah ..

Apakah anda sudah merasakan indahnya hidup ini ?

gambar diambil dari simplychi.wordpress.comPertanyaan ini mudah untuk dilontarkan tetapi secara jujur susah untuk dijawab dan dijalani. Saya sendiri masih terus berusaha untuk membiasakan diri untuk menikmati hidup ini dari detik demi detik.

Dalam kehidupan ini segala sesuatunya selalu berpasang-pasangan. Seperti siang dan malam, manis dan pahit, begitupun dengan senang dan susah.  Secara harfiah mungkin sebenarnya tidak ada bedanya, semuanya memiliki karakter masing – masing dan itu tidak dapat dibandingkan. Jika anda mencoba untuk membandingkan maka tidak akan pernah ada titik temu diantara dua sisi kehidupan itu.

Mungkin disinilah letak keunikan cara pandang manusia seperti saya, anda, dan mereka disana yang seringkali mencoba untuk mempertemukan dua sisi kehidupan yang berbeda dan pastinya akan berakhir dengan kekecewaan. Mari kita coba beranalisa sederhana tentang kehidupan versi saya tentunya :)

Dalam  satu hari berapa jam kita bisa tertawa, bercakap – cakap, konsentrasi bekerja, menikmati momen – momen bahagia, dan lain sebagainya. Kemudian, berapa jam anda menangis, bersedih, merasa kehilangan, sakit, dan seterusnya. Coba berhitung dan akumulasikan dalam satu bulan, satu tahun, sepuluh tahun, dan sampai detik ini. Berapa persenkah anda sebenarnya merasa bahagia dan berapa persenkah anda merasa bersedih ?

Secara jujur cobalah anda berhitung dan saya yakin prosentase kebahagian kita akan lebih banyak dibandingkan dengan prosentase kesedihan kita. Tapi mengapa banyak orang dan saya sendiri tentu saja masih beranggapan bahwa hidup ini kok tidak indah ya .. hidup ini kok susah sekali … dan banyak sekali bermunculan pertanyaan yang serupa. Bahkan banyak statement menghujat, menyalahkan orang lain, atau bahkan menyalahkan TUHAN.

Semuanya itu adalah karena kita terlalu banyak memikirkan kesedihan dibandingkan kebahagian dan indahnya hidup ini. Otak kita dipaksa untuk berpikir keras tentang bagaimana kita bisa bahagia, kedepannya kita bisa hidup enak, kedepannya kita bisa begini .. begitu .. dan lain sebagainya, sehingga kita sering lupa bahwa kita itu hidup hari ini, sekarang, detik ini. Hal ini yang menyebabkan kita tidak merasa bahagia, padahal kebahagiaan itu selalu ada dan Tuhan selalu memberikan nikmat itu setiap hari tanpa putus sedetikpun.

Selain itu bisa jadi banyak tuntutan yang harus kita penuhi untuk mencapai kebahagiaan. Seperti kita harus punya ini .. itu agar kita bahagia, kamu harus melakukan ini .. itu supaya hidup ini enak dan indah , kita harus siap sengsara agar esok kita bisa tenang dan damai.

Di lain sisi, sebagian orang hidup dalam masa lalunya yang tidak akan pernah bisa kembali ke masa itu yang biasanya diawali dengan kata “Seandainya”. Seandainya saja saya dulu melakukan ini maka mungkin hari ini saya tidak akan seperti ini. Seandainya saya begini .. begitu .. maka …

Jadi, sebenarnya hidup ini indah dan Tuhan telah menciptakan semuanya itu untuk kita nikmati dan syukuri mengapa harus berkeluh kesah dan tidak dapat menerima apa yang terjadi disekitar kita dan menyalahkan orang lain untuk hal ini. Mari kita berusaha untuk selalu menikmati indahnya hidup ini dan terakhir ada sebuah surat dari YM yang saya terima seperti ini.

“Dan bertaubatlah engkau semua kepada Allah, hai sekalian orang Mu’min, supaya engkau semua memperoleh kebahagiaan.” (an-Nur: 31)”

Menerawang Masa Depan

Yesterday is gone.Tumorrow has not yet come.We have only today.Let’s begin!

Bagi yang punya anak di TK. Ingin tau mau jadi apakah anak anda? Gampang. Kumpulkan 30 orang anak TK tersebut, Ibu guru memimpin mereka masuk ruang kelas. Lalu tinggalkan lah mereka tunggu beberapa saat Kita lihat apa reaksi mereka !!!

Jika mereka tetap ngintil mengikuti terus Ibu Gurunya, nempel terus keluar ruangan ini cocok di bagian Legal (selalu “merapat” kepada Top Management)

Jika mereka kemudian mengambil mainan balok-balok kayu atau lego dipasang lalu diberantakin lagi pasang lagi berantakin lagi Kalo bosen ditinggal Dia cari mainan yang lain lagi lalu pasang berantakin lagi pasang lagi naaaahhh ini keknya menjadi Bagian IT atau Engineering (bongkar pasang cari kesibukan sendiri jika bosen lalu ditinggal )

Jika mereka maju ke papan tulis dan menulis-nulis sesuatu disitu, yup tentu saja ini bagian Training and Development (naluri ngajar bouw)

Bertepuk tangan menyanyi berteriak-teriak menari-nari ini bagian Operation (tukang “heboh” soalnya )(demo mulu kerjaannya)

Berjalan keluar Jajan cimol dan Harum manis didepan sekolah Ini bagian Procurement .. (tidak lupa dengan cerewet bertanya Ini berapa bang yang itu berapa bang Yang disitu berapa ??)(tapi nggak beli-beli karena uangnya kurang)

Ambil Tas buka bekal makan-makan minum-minum hepi-hepi haha hihi hah Ini pasti orang-orang Marketing nih (marketing gitu loh )(Everyday is a holiday)

Jika mereka malah berantem sesamanya cakar-cakaran dsb Ini pasti cocok di divisi Bussiness Development

Mendorong-dorong meja mengangkat kursi merapih-rapihkan kelas melap meja kursi nyapu kelas, Ini General Affair lah

Lari keluar kelas main-main diluar main ayunan main prosotan main jungkat jungkit Gak peduli apa yang terjadi di dalam kelas Ini bagian Sales dan Customer Service (spesialis”urusan luar” bukan ???). (urusan main)

Menangis keras memanggil-manggil bu gurunya mengarang cerita yang termehek-mehek agar dikasihani gurunya agar bu gurunya memperhatikan dia. mmm ini bagian Quality Control atau Internal Control. (specialis komplain dan Tukang ngadu)

Membuka tas merogoh kantong membuka dompet barbie/narutonya menghitung uang recehan disana atau bahkan menghitung-hitung jumlah jendela yang ada dikelas itu pasti akan jadi Finance dan Accounting

Ngambil Crayon coret-coret dinding mudah saja ini tentu Graphic Design dong

Berceloteh ngobrol Cerita-cerita sama temannya ngoceh kesana kemari ngomong sendiri berdiri di depan kelas sambil ketawa-ketiwi ini bagian Public Relation. (spesialis ketawa ketiwi dan ngomong kanan kiri)

Tarik kursi berdiri diatas kursi melihat keluar jendela menerawang jauh pura-pura berfikir Naaaahhh inilah calon President Direktur kita (berpandangan visioner jauh kedepan)

Jika mereka hanya duduk diam .. seperti tidak melakukan apa-apa naaahhh ini bagian Personalia . (hihihihi)(yes Sitting Idle right ???)

Jika mereka ternyata berdiri di depan pintu siap siaga selalu memegang handel pintu buka tutup pintu .. aaaahhhh ini pasti Bagian Security atau Door man )

Ok-Ok bagaimana kalau dia Duduk manis sendirian dipojok membuka buku membaca dengan tenang tangan dilipat diatas meja rapi dengan harapan Ibu Guru akan memuji dia habis-habisan . ???

mmm maaf tipe ini biasanya tidak diterima di bagian mana pun orangnya kurang asik soalnya nggak fun nggak kompak.. (hihihihihi)

(Sumber : email dari mas Rony di Bentoel)

4 Hari menjadi Ibu

Sejak senin kemaren istriku meninggalkanku berdua dengan anak lelakiku yang masih berusia 4 keluar kota demi sebuah tugas yang harus ditunaikan dari kantornya. Aku mengantarnya sampai ketempat pelatihan dan langsung balik pulang karena Rere menunggu dirumah dengan ‘mbak’nya. Sebenarnya bukanlah pertama kali aku ditinggal seperti ini, karena dalam setahun kemaren sudah 3 – 4 kali istriku bertugas keluar kota untuk pelatihan ataupun seminar, jadi bukan menjadi masalah baru bagiku.

Kepergian istriku kali ini ditambah dengan mertuaku yang sedang sakit dan perlu perawatan, sedangkan kejadian sebelumnya saat ditinggal istri urusan memasak dan sebangsanya tidak menjadi masalah karena masih ada mertua dirumah. Kali ini bukan hanya urusan masak yang menjadi kendala tapi juga mengurus 2 orang yang perlu perhatian khusus yang membuat ini menjadi hal baru dan layak untuk dicoba. Kalau aku bilang sih bukan beban, akan tetapi sebuah kewajiban yang harus ditunaikan dengan baik sehingga semuanya bisa berjalan lancar dan sukses.

Entah seperti apa biasanya istriku melakukan kegiatan sehari – harinya, apakah sudah terplaning dengan baik ataukah sesuai dengan suasana hati (mood) untuk kegiatannya itu. Sebagai seorang lelaki yang biasa membuat rencana dan time schedule, aku menerapkannya dikegiatan ini. Mulai dari pagi bangun trus menyiapkan masakan, menanak nasi, masak air, sampai dengan menyiapkan kebutuhan mertua dan si Rere telah kusiapkan dengan akurasi waktu yang sudah kutetapkan.

Hari pertama berjalan lancar tanpa ada halangan berarti, dan sampai pulang kerumah pun ‘mbak’nya sudah menunggu dan siap untuk pulang. Rere bagiku bukan hanya seperti anak kecil yang memang suka bermain dan bermanja – manja. Akan tetapi lebih seperti seorang saudara, sahabat, sekaligus seorang anak bagiku. Disaat mamanya tidak ada kedewasaan berpikir Rere terbentuk dengan sendirinya tanpa ada komando yang menyuruhnya berperilaku seperti itu. Hal ini yang membuatku merasa sangat nyaman dan semakin mencintai dan menyayanginya sekaligus mamanya juga :D

Hari kedua si Rere mulai berulah dengan ‘mbangkong’ (bangun siang) dan tidak mau mandi sampai aku selesai mengerjakan perkerjaan rumah tangga seperti hari kemarennya. Walhasil akupun terlambat masuk kekantor kondisi mood menjadi sedikit kurang nyaman. Kondisi ini didukung dengan turunnya hujan yang tak kunjung reda padahal aku harus pulang ontime supaya mbak bisa pulang kerumahnya tepat waktu dan itupun tak terjadi. Aku harus sedikit pulang terlambat karena masih harus mencari tumpangan untuk pulang.

Hari ini, tabung LPG habis dan harus keluar rumah dipagi buta supaya dapur tetap ‘ngebul‘dan kita semua bisa makan. Cuaca tidak jauh berbeda dengan hari kemaren, tetapi Rere malah tidur pulas saat aku pulang kantor. Mungkin hawanya memang nyaman untuk dibuat tidur. Lapar …… saat aku menulis ini perut masih kosong akibat berinternet ria dan ngecek Facebook Games karena sudah addicted. Semoga besok sudah membaik dan bisa mengatur waktu kembali supaya tidak kecanduan Facebook. Duh….

Besok istriku pulang dan aku kembali menjadi seorang Bapak lagi … Oh indah menjadi menjadi seorang bapak ternyata …. Terimakasih mi telah menjadi istri yang selalu setia dan memberikan semua fasilitas yang ada meski aku masih jauh dari sempurna seperti yang kau impikan.

Acara TV kok sinetron lagi .. sinetron lagi …

Makan apa nih ? Siang yang dingin :(

Surat Tertulis Permohonan maaf dari Penulis

Posting ini saya tujukan kepada pemilik foto ini beserta pemilik domain website ini. Posting ini juga sekaligus menjadi Surat Tertulis Permohonan maaf kepada kedua pihak tersebut diatas karena tidak melakukan ijin terlebih dahulu dalam mengambil foto yang saya masukkan kedalam posting saya.
hal ini tidak saya lakukan secara sengaja untuk mendiskreditkan atau menjelekkan pemilik foto tersebut karena saya berpikir bahwa semua materi yang ada di internet adalah sifatnya gratis dan tidak melanggar hak cipta. Tulisan yang saya muat tidak ada sangkut pautnya dengan sipemilik foto ataupun pemilik domain dan sifat dari tulisan saya adalah bersifat general.
Jika masih ada yang belum berkenan dengan tulisan ini mohon untuk dapat dimengerti kondisi ini dan gambar sudah diganti dan disamarkan.
Terimakasih atas informasi dan koreksinya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.