Lelaki Mengantarkan Wanita ke Syurga

Seperti posting saya sebelumnya disni, akan saya paparkan sekilas tentang kisah Fathimah az-zahra rha dan Gilingan Gandum yang posting asli disini.

Sebenarnya bagaimana bisa seorang lelaki mengantarkan wanita/istrinya ke Syurga ? Mungkin banyak yang sudah mengetahui dan hafal sekali tentang hal ini, namun tidak sedikit yang mengingkarinya atau bahkan lebih memilih neraka tapi hawa nafsunya tersalurkan daripada memilih syurga dengan konsekuensi yang cukup berat. Pada dasar tidak ada cara yang mudah untuk masuk ke syurga, semua jalan itu sulit dan sangat tidak mengenakkan tapi jika semuanya itu dilakukan dengan tulus ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah SWT maka akan terasa lebih nikmat rasanya daripada harus berlelah otak dan otot mengingkari kehendak Allah SWT.

Dari cerita Fatimah Az-zahra rha. dapat dipetik beberapa hal yang bisa kita cermati dan laksanakan sebagai seorang wanita/istri.

Keluh kesah Fatimah tentang pekerjaan Rumah Tangga yang tidak ada habisnya, pagi, siang, sore, sampai malam pun masih tak selesai, padahal besok juga akan menemui rutinitas yang sama hingga tercetus keluh kesahnya kepada ayahanda Rasullah SAW.

Fathimah rha. berkata, “ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis”. Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, “ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta ‘aliy (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah”.

Keluh kesah ini banyak terjadi di rumah tangga kita semua, hingga kita memperkerjakan seorang atau lebih pembantu dirumah kita untuk membantu sang wanita/istri dalam pekerjaan sehari – harinya. Sedangkan sang wanita/istri sibuk beraktualisasi diluar. Tuntutan kelayakan hidup versi manusia memang tidak ada akhirnya. Ada saja keinginan yang belum terpenuhi dan tidak jarang para wanita menuntut banyak hal dalam beraktualisasi keluar rumah. Sedangkan pekerjaan rumah tangga sendiri yang sudah menjadi tanggung jawabnya bisa – bisa terbengkalai, yang seharusnya pembantu tugasnya adalah membantu pekerjaan RT hingga jadi pengganti seorang istri dirumah, tidak lagi membantu tapi mengambil alih tugas seorang istri dirumah. Memang tidak tidak semua wanita seperti ini, semoga anda yang membaca paparan ini tidak seperti yang saya gambarkan disini.

Apa jawaban dari Rasulullah SAW dengan keluh kesah Fatimah Az-zahra rha. Cuplikannya sebagai berikut :

Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, “jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.
Betapa luar biasanya pekerjaan ini, setiap biji gandum yang digiling mengangkat derajat seorang wanita satu derajat. Jika sehari menggiling padi/gandum sebanyak 1000 biji, jika hidup berkeluarga selama 50 tahun, berapa derajat naik tingginya seorang wanita/istri hanya karena bersuami dan mempunyai anak. Subhanallah….
Kemudian …
Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.
Relakah anda para wanita/istri memberikan kenikmatan yang diberikan Allah ini kepada seorang pembantu ?
Maukah anda sekalian merelakan kesempatan yang luar biasa ini untuk beraktualisasi diluar rumah yang kadang bahkan lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Mengapa masih sibuk diluaran untuk mencari pahala Allah sedangkan Allah sudah menyiapkan ladangnya didalam rumah ?

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do’akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?. Ya Fathimah, apabil seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Inilah saya maksudkan Lelaki bisa mengantarkan Wanita ke Syurga, mungkin tidak perlu lagi saya menjabarkan dengan panjang lebar anda sekali sudah bisa memahaminya. Ditambahkan dengan pernyataan berikutnya :

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), “teruskanlah ‘amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat”.
Bagaimana, tertarik dengan mahligai pernikahan ? Kehidupan didunia ini apa sih yang sebenarnya yang dicari ? Masih kurangkah anda semua para wanita dengan janji Allah SWT ini ? Reward apa yang lebih besar dari syurga yang hendak kalian cari dari semua amalan yang anda lakukan di dunia ini ? Pekerjaan Rumah Tangga bukan sesuatu hal bisa diremehkan atau dipandang sebelah mata. Pekerjaan RT bukan sesuatu yang useless dan tidak elite lho. Jika dengan pekerjaan RT para wanita layak mendapatkan Syurga apakah masih ingin sesuatu yang lain yang lebih baik dari Syurga ?

Ayo para wanita segeralah pilih para lelaki yang Sholeh yang bisa mengantarkan kalian semua ke Syurga. Menurut saya sih hanya ini cara yang mudah dan paling nyaman dibandingkan cara yang lain yang mungkin lebih rumit dan kompleks. Tanggung jawab Rumah Tangga adalah sesuatu yang luar biasa :)

Tidak sependapat dengan paparan ini … silahkan .. atau sependapat dengan paparan ini dan ingin segera menikah .. saya dukung 100% :) Hubungannya dengan poligami :D saya tidak berkomentar tentang hal ini karena sudah banyak yang mengulasnya :)

12 Responses to Lelaki Mengantarkan Wanita ke Syurga

  1. destiutami says:

    Maaf, saya langsung mau bertanya.

    Ayo para wanita segeralah pilih para lelaki yang Sholeh yang bisa mengantarkan kalian semua ke syurga

    Apakah wanita tidak bisa menghantarkan dirinya sendiri ke syurga? Tapi dari pernyataan anda berikutnya, saya simpulkan sendiri, Ada. Walau kompleks dan rumit ya?

    Menurut saya sih hanya ini cara yang mudah dan paling nyaman dibandingkan cara yang lain yang mungkin lebih rumit dan kompleks. Tanggung jawab Rumah Tangga adalah sesuatu yang luar biasa

    Apa iya?

    Dari tulisannya saya menyimpulkan, lelaki adalah “jalan” ke surga. Oke, Terimakasih. Karena lelaki yang akan menghantarkan saya ke surga, maka saya sangat menghargai lelaki. Terimakasih sudah mengingatkan!

    Tapi, apa lelaki juga menghargai saya (wanita), karena saya juga bisa menghantarkan lelaki ke surga? Atau saya (wanita) tidak bisa (menghantarkan lelaki ke surga)?

    Kalau tidak, aduh kasihan ya calon suami saya?!

    Kalau bisa, wah kami saling menghantarkan ke surga! Kalau begitu, baik lelaki maupun wanita bisa menghantarkan “pendamping”nya ke syurga dong? Tidak ada hubungannya dengan-dia-lelaki-aku-wanita ya?!

  2. destiutami says:

    Yah..ternyata pake-awaiting moderation-ya…

  3. SangOtak says:

    Seorang lelaki sholeh InsyaAllah tahu bagaimana cara memperlakukan wanita sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah jadi jangan khawatir mbak, tetapi mungkin orang yang seperti ini agak susah mencarinya.
    Jangan harap mbak bisa mencarinya di tempat dugem, diskotik, cafe remang2x, tempat prostitusi dan sebangsanya. :)
    Tetap semangat mencari lelaki Sholeh mbak :) Tapi biasanya lelaki Sholeh itu mencari wanita yang sholehah juga :) jadi .. disimpulkan sendiri yah

  4. orido says:

    setiap orang punya peran masing2..
    Allah menciptakan Lelaki dan Wanita untuk saling melengkapi..

  5. SuNDaNeSe says:

    hmmmm gitu ya, tapi….nggak dink hehe

  6. Mas, tolong jika bawa hadis mohon cantumkan sumbernya. Biar kita juga dapat manfaat yang lebih, untuk tulisan ilmiah.

    Apakah utk dpt mengantar ke surga hanya monopoli lak-laki saja? Apakah wanita secara independen tidak dapat menyampaikan dirinya ke surga? Terus bagaimana dengan perempuan yang sampai akhir hayatnya tidak bersuami tapi ia tergolong orang yang solehah seperti Maryam, ibu Isa Al-Masih? Dan bagaimana dengan istri yang solehah yang memiliki suami yang tidak solehah seperti Asiyah, istri Fir’aun?

    Sebenarnya segala sesuatu kuncinya ialah ‘berada pada garis normal’, termasuk masalah memiliki pembantu untuk membantu meringankan kerja istri. Karena sayyidah Fathimah az-Zahro terakhir beliau memiliki seorang pembantu yang bernama ‘Fidhah’ keturunan India yang selalu berbicara dengan al-Qur’an. Hanya saja beliau dalam melaksanakan pekerjaan rumahnya dilakukan secara bergantian dengan pembantunya, sehari beliau, Sy. Az-Zahro yang melakukan pekerjaan dan hari itu Fidhah istirahat dan beribadah atau sebaliknya. Di saat giliran pembantunya beliau beristirahat dan beribadah (ibada-ibadah yang bersifat mustahab/sunnah). Ya inilah pembantu, tugasnya membantu bukan semua tugas rumah dilakukan oleh pembantu. bisa dilihat dalam sejarah kehidupan beliau (Kehidupan Sy. Fathimah dari lahir sampai wafat karya Muhamad Kazim al-Kazwini, edisi Arab).
    Terima kasih

  7. ndy says:

    wanita ini mencari sosok pria itu :D

    Sang Otak says :
    Selamat mencari mbak, mungkin gak ya nyarinya di tempat “ajeb-ajeb” :)

  8. see get says:

    jika pria (suami) pengantar masuk surga maka wanita (istri) adalah bentengnya neraka
    bukankah dalam sebuah hadist dikatakan kebanyakan /moyoritas penghuni neraka adalah wanita ( jangan kawatir insyaallah bukan anda), ini menandakan (isyarat) bahwa banyak pria yang diselamatkan dari neraka oleh wanita (istri) nah ini baru anda

    yang pingin masuk surga bersama pasangannya, yang akur yaaaaaaaaach dalam kebaikan dan ketaqwaan.
    tegaslah dalam meniti kebenaran
    santunlah dalam menyampaikan
    sabar dan syukurlah dalam hasil

    untuk yang belum nikah
    berarti masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri
    apakah anda menginginkan keturunan dan penerus yang berakhlak dan berkarakter seperti anda sekarang ?

    jika jawabannya ya!!! segeralah menikah
    berarti anda memang mantap melangkah kesurga tidak sendirian

    jika jawabannya tidak!!! segeralah menikah
    karena dengan menikah anda akan ditolong oleh pasangan anda

    jika jawaban anda ragu dan bingung???!!! segeralah menikah and jangan ditunda lagi!
    jika tidak maka dapat menimbulkan berbagai macam gangguan jiwa ringan seperti waswas, cemas, gelisah yang ga’ jelas
    dengan menikah anda akan segera tau dengan jelas, bahwa nikah tue uuuueeenak tenan

    untuk yang sudah meninggal dan belum menikah
    aku yang masih hidup hanya bisa memandikan, mengkafani, mensholatkan
    semonga engkau diterima disisiNYA
    diterima segala amalnya dan diampuni segala dosanya

    untuk yang masih hidup dan belum menikah
    menikahlah engkau akan bisa mandi bersama, memakai baju bersama dan sholat bersama

    untuk yang baca posting
    doakan yang telah menulis posting nich agar diberikan kesehatan serta tambahan ilmu dan bisa dibagikan kepada kita-kita lagi.

    untuk yang nulis posting
    makasih tulisannya, smoga Allah merindhoi

  9. Zulkarnain says:

    yap, something like that…

  10. eka s novan says:

    subhanallah…
    sebenarnya suami dan isteri haruslah saling mengingatkan agar selalu berjalan di jalan Allah.

    minta doanya ya kawan2 semoga saya segera menemukan lelaki sholeh yang bersedia menikah dengan saya…amiinnnnnn

  11. Pingback: lelaaki solehah « nenhanha

  12. i hope i”m will be like that
    amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: