Saya hidup dengan 3 orang wanita. Meski tidak sekaligus, tapi jarang saya hidup dengan seorang wanita saja. Alasan pertama, berat bagi saya untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga meski saya juga yang melakukannya saat saya bersama dengan seorang wanita saja.
Kehidupan yang saya jalani mungkin sama seperti yang anda alami para lelaki, tetapi biasanya hanya hidup bersama satu atau dua wanita saja. para wanita ini punya peran masing – masing yang saling melengkapi, akan tetapi setiap hari tetap saja muncul ketidak sepahaman diantara ketiga watnita ini. Saya sebagai penikmat setia adegan seperti layaknya sinetron yang sedang marak di Indonesia ini.
Rutinitas yang digelar selalu saja membawa ketidak sepahaman, aneh menurut saya. Setiap hal yang dipermasalahkan adalah pekerjaan yang sifatnya detail sekali dan selisih pokok permasalahan kadang sangat sepele, itu menurut saya. Bagaimana tidak, salah meletakkan piring, gelas, dan sendok saja sudah menjadi masalah yang seakan – akan masalah itu sangat besar dan krusial. Ditambah lagi jika kejadian yang sama terulang dilain hari, meski kejadian itu tidak beruntun dihari berikutnya, wah tambah runyam itu urusannya.
Pada intinya, dari kehidupan yang saya jalani adalah bahwa wanita suka sekali dengan hal – hal yang kecil dan itu menjadi masalah yang besar, SEDANGKAN SAYA TIDAK !

December 14, 2007 at 7:40 am
Ya iyalah klo salah meletakkan gelas dll nya tiap hari….kan cape deee merapikan. Lagian..biasanya seorang suami, makin ruwet pikirannya klo lihat rumah berantakan. belum lagi klo salah letakknya di tempat yg ga safety…hhmm…let’s to be rapih
December 14, 2007 at 7:52 am
Wanita tuh .. ngomelnya lho yang gak nahan …
December 17, 2007 at 5:39 am
=)) makane awakmu dadi koyo ngono yo pantes ae…..
January 8, 2008 at 7:25 am
Salam kenal dan numpang comment..
Andi, sayangnya dari kecil di rumah saya yang selalu mempermasalahkan hal hal detail adalah ayah saya. Jadi seringnya ayah saya marah karena saya tidak mengembalikan barang pada tempatnya, yang berakibat beliau kebingungan mencari barang tersebut saat membutuhkan. Entah menyadari esensi dasar dari perlunya mengembalikan barang pada tempatnya atau emang udah jadi kebiasaan, sekarang saya selalu berusaha untuk mengembalikan barang pada tempatnya (dan jadi rada menuntut orang lain juga berlaku demikian di rumah).
January 8, 2008 at 7:37 am
@dona
Salam kenal juga
Cerita yang saya sampaikan disini adalah sebagian hal kecil dari sekian banyak hal kecil yang mungkin bisa kita cari dirumah kita masing – masing
January 8, 2008 at 7:54 am
Sesekali laki-laki biarlah hidup sendiri. Meletakkan barang ditempatnya memudahkan setiap anggota keluarga mencari barang tsb.
Mengenai hal detail, tak tergantung pada laki-laki atau perempuan, ini yang harus disadari, tapi sangat tergantung pada tipe orangnya sendiri. Dari ayahlah saya belajar disiplin, tapi dari ibu saya belajar kelembutan…ibu lebih santai, kadang barang-barang berantakan.
January 8, 2008 at 8:15 am
menurutku sih…ada sesuatu yg mengganjal di benak dan perasaan masing2 wanita itu, so…dg adanya perbedaan pemahaman ttg suatu hal kecil saja bisa menjadi sesuatu yg perlu didiskusikan secara berlebih..tapi itulah perempuan, dengan gaya dan pemikiran masing-masing. tentang kesepakatan, tentang perasaan, karena wanita selalu ingin dipahami.
March 17, 2008 at 6:38 am
lagi lagi saya tertawa melihat sudut pandang anda tentang wanita yang lagi lagi benar…..
wanita memang suka hal detail dan seringkali memusingkan hal2 yang ga perlu di pusingkan
tapi itulah wanita, bukan wanita klo g detail…
June 10, 2008 at 8:46 am
hmm… ya benar… emang wanita suka nya yang serba detail kok…
hehhehhe…………
June 23, 2008 at 12:21 pm
makanya cewek dan cowok diciptakan untuk saling berpasangan. yang cowok ngeberantakin, yang cewek ngerapiin. Duuh, kasihan banget ya yang jadi cewek
November 21, 2008 at 11:14 am
ga selamanya cewek detail…yang detail, biasanya karakterx melankolis tuh. kalo dapat yang sanguins, berabe deh…what a mess in ur home