Sudah 3 minggu ini kuamati setiap kegiatan wanitaku yang satu ini. Dia memang seorang wanita yang hard worker dan seorang yang perfectionist. Mungkin rata – rata wanita memang perfectionist.
Kegiatannya begitu padat, mulai bangun tidur langsung mengerjakan perihal yang berhubungan dengan dapur kemudian berangkat kerja bersamaku.
Sore hari pulang kerja sekitar jam 4 sampai dirumah menggantikan tugas wanita yang biasa dirumah untuk membantu pekerjaan rumah tangga karena dia harus pulang kerumahnya. Wanitaku kembali melakukan kegiatan ringan dan bermain dengan lelaki kecilku dirumah.
Ketika aku pulang, dia sudah menghadap televisi 14″ miliknya dengan tontonan yang setiap hari diikuti tanpa putus. Acara TV ini yang aku sendiri kurang meminatinya, meski kadang aku temani dia nonton.
Rutinitas ini sebenarnya sudah lama berlangsung, tapi baru ku amati 3 minggu terakhir ini dan sengaja aku diam tidak berkomentar apa – apa tentang hal ini. Mesra, manja, guyonan santai yang dulu selalu ada saat malam hari sehabis kerja sekarang sudah jarang terlihat atau bahkan tidak ada sama sekali. Dia sibuk dengan sinetron – sinetron yang benar – benar menyita waktu dan menurutku para wanita dirumahku seolah terhipnotis dengan acara TV. Luar biasa memang pengaruh Televisi ini, sampai – sampai aku kena damprat hanya karena ingin melihat siaran televisi yang lain. Hilang sudah wanitaku, tapi akan tetap kutunggu sampai dia pulang, kembali menemaniku seperti dulu kala.

December 14, 2007 at 7:42 am
Sabar…Sabar…
December 14, 2007 at 7:56 am
sepertinya itu sudah menggejala ke hampir semua wanita boss, seperti wanitaku juga demikian, sepulang dari kantor bukan di sambut dengan senyuman atau apa kabar tapi tatapan punggung dengan muka menghadap ke teve.
December 14, 2007 at 8:14 am
not mine..:)
mas aku dr duu punya komitmen untuk saling membuat tertawa, minimal tersenyum sebanyak 3 kali sehari..
entah dengan gerakan konyol, sentuhan2 mesra, obrolan ringan dan masih puluhan cara lainnya
dan bisa diterapkan setiap waktu dengan kombinasi variasi yang luar biasa banyaknya..
istilah kata..
kita “melawak” sedikitnya 3 kali sehari di depan pasangan..
rumus ini cukup bekerja dengan baik diantara kami.
setidaknya sampai anak kami hampir berusia 2 tahun, dan masa pacaran 6 tahun..
kemesraan insya allah cukup terjaga..
klaupun hilang, hanya sesaat, semata-mata kelokan di jalur kehidupan kami..:D
salam..:D:D
December 17, 2007 at 2:08 am
@gadis
saya sudah memikirkan apa yang harus saya lakukan dan mulai saya terapkan mas. Tunggu saja posting selanjut
@Rusdiansyah
Ya, mungkin itu salah satu yang diperlukan membangun kembali komunikasi yang sempat hilang beberapa saat. Situasi dan kondisi yang berbeda dan tentu saja orang yang berbeda memerlukan tindakan dan perlakuan yang berbeda pula.
December 17, 2007 at 5:36 am
Pancet ae…..
isone NGOMEL TOK!!!
Jangan menambah masalah dengan MASALAH cak… itulah hidup… semua ada PILIHANNYA… ha ha ha ha ha
December 17, 2007 at 7:35 am
Mau nyari yang lain ? Udah bosen ?
December 17, 2007 at 7:38 am
@Jauhari
Seperti yang mas Setajia bilang
Ini bukan ngomel, ini namanya perhatian. Jangan – jangan mas Jauhari ini tidak pernah memperhatikan istrinya ya.
@Setiaji
Bukannya mo cari yang lain mas, dan bukannya sudah bosen. Saya cuma ingin mengingatkan pada para wanita bahwa para suami juga perlu diperhatikan. Jangan salahkan kalau ada suami yang minta perhatian dari yang lain.
December 17, 2007 at 8:08 am
Ah sama aja ! ha ha ha
December 17, 2007 at 2:42 pm
kalo aku, selama suami lg ga ada(ke kantor ato pergi,dll) baru nonton tontonan yg aku suka(yg udah jelas suami ga bakalan suka dey)..
nah, pas suami di rmh baru deh bareng2 nonton tontonan yg suamiku suka..
krn kalo aku maksa mo nonton yg aku suka, yg ada malah nonton sendiri..padahal kan ga enak nonton sendiri..mendingan berdua gituuu
December 18, 2007 at 4:36 am
@senaz
Ya, memang begitulah antara laki – laki dan wanita itu berbeda, nikmati saja perbedaan ini karena kalau sama gak enak rasanya (mungkin)
January 8, 2008 at 7:32 am
Bikin tersadar… thanks buat postingannya..
January 8, 2008 at 7:40 am
@dona
Semoga Dona gak hilang juga
January 8, 2008 at 7:50 am
Wahh kalah sama TV ya? Dirumahku TV yang selalu menyala hanya dikamar pembantu….TV di ruang keluarga nyaris tak ada yang menyalakan, sesekali aja lihat berita di Metro TV atau anakku nonton film kartun.
Tontonan sinetron tak ada yang menarik, kalau nggak teriak-teriak, nangis, marah-marah…..mendingan baca deh, atau didepan komputer.
January 8, 2008 at 7:52 am
@edratna
Akur bu, seandainya saja sebagian besar wanita Indonesia seperti anda pasti sudah maju seperti Amerika atau jepang kali ya
Ujung tombak dari kemajuan bangsa salah satunya adalah WANITA bukan begitu bu ?
March 17, 2008 at 5:24 am
ha ha ha ha ha
lucu deh… kalah sama sinetron dan cemburu sama sinetron
saya yg masih single jd agak “diingatkan” jika suatu saat kelak telah menjadi istri dari seorang lelaki
gud luk