
Pernikahan
Banyak orang bilang untuk menyempurnakan agamamu maka menikahlah. Tapi berapa persen orang yang berhasil membina keluarganya dan berapa persen juga yang gagal hingga akhirnya berakhir pada kasus perceraian yang menyakitkan, atau mungkin “melegakan”.
“Bahagia – Mawaddah warahmah”, kata – kata yang indah saat hari pernikahan kita dan setelah mngikrarkan diri menjadi seorang suami atau istri. Setelah itu, satu bulan, satu tahun, atau 5 tahun kemudian apakah kondisinya sama dengan pada saat awal – awal pernikahan. Jika maka syukurilah, karena mungkin tidak banyak orang yang merasakan hal yang sama.
Seberapa sering kita melakukan kesalahan dalam hidup ? Aku pikir semua orang pasti pernah melakukan kesalahan demi kesalahan. Tidak jarang pula kita melakukan kesalahan yang sama karena memang kita ini pelupa apalagi aku sendiri .. sangat pelupa. Biasanya kita selalu akan berusaha memperbaiki kesalahan yang telah kita lakukan dan terus seperti itu .. kesalahan terus melakukan perbaikan. Kata orang itulah hidup selalu bergerak menuju kearah kebaikan. Itu kondisi normatif dan ideal yang sangat – sangat susah untuk aku lakukan tapi terus kuusahakan.Tapi bagaimana jika salah memilih pendamping hidup, bagaimana jika kita tidak menemukan “bahagia” setelah mendapatkannya dalam waktu sesaat. Seumur hidup kita akan menjalani hidup dalam keadaan seperti ini. Mungkin hal ini yang menyebabkan muncul kosakata CERAI. Tidak sedikit orang mencari yang namanya bahagia hingga akhirnya bergonta ganti pasangan semasa hidupnya, hanya untuk mencari sesuap bahagia, tapi pada akhirnya apa yang didapat kecewa dan kecewa. Mungkin karena dengan berpindah pasangan mereka akan mendapatkan impian yang namanya bahagia.
Siapa yang salah jika kita tidak bahagia ? Mungkin sering sekali kita menyalahkan pasangan dengan mengungkapkan banyak sekali kelemahan, aib, kekurangan, kesalahan, dan lain sebagainya yang dianggap sebagai bahan untuk saling mencaci kepada pasangan. Sudahkah kita introspeksi diri kita bahwa kita juga melakukan hal yang kurang lebih sama dengan apa yang dilakukan pasangan kita ? Berat, susah, sedih, dan entah kata apa lagi yang bisa diungkapkan jika kita mengalami kondisi ini. Solusi tercepet yang biasa diambil adalah CERAI. Jika ditanya oleh pengadilan agama, sebabnya apa kok meminta cerai, maka alasan klasik yang sering terlontar dari mulut kita… “kami sudah tidak mendapatkan kecocokan dalam rumah tangga”. Aku sendiri belum melakukan survey atau melakukannya sendiri tapi pernah beberapa kali aku mendengarkan beberapa kasus dan itu kalimat ampuh yang mereka ucapkan.
Terlalu banyak HARAPAN … kata ini yang menjebak kita untuk memimpikan hal – hal yang indah dalam mengarungi bahtera pernikahan hingga akhirnya kita lalai bahwa kita hidup tidak sendiri tapi berdua dengan pasangan kita yang mungkin juga punya harapan yang sama. Harapan boleh sama tapi kriteria, parameter, kondisi, dan lain sebagainya bisa jadi sangat berbeda antara kita dengan pasangan kita. Hal ini yang menyebabkan banyak terjadi Conflict Of Interest pada pasangan itu. Oleh karena itu semakin lama kita hidup maka pengalaman akan semakin banyak yang kita alami dan seharusnya kita akan menjadi lebih bijak menghadapi hidup. Tapi mampukah kita bertahan sampai akhir, hingga kita mendapatkan bahagia itu meski itu hanya sesaat sebelum kita meninggalkan dunia ini untuk menuju alam yang baru. Ataukah kita lari dari satu masalah ke malasah yang lain, karena belum tentu jika kita berganti pasangan akan mendapatkan hal yang lebih baik karena kembali ke awal lagi kita membangun harapan – harapan baru dan akan terus seperti itu sampai akhirnya kita keluar dari dunia ini tanpa merasakan hasil dari perjuangan kita.
Sengsara, mungkin kata yang tepat untuk mengungkapkan perjalanan hidup ini. Menikah adalah salah satu fase yang harus kita jalani untuk mendapatkan bahagia. Mungkin ini yang aku bisa petik dari menyempurnakan agamaku ini dengan MENIKAH! Saran saya segeralah menikah dan nikmati fase hidup yang baru, jadi dengan demikian mungkin kita akan lebih cepat mendapatkan bahagia sebelum kita meninggalkan dunia ini.

July 11, 2008 at 2:33 am
Jadi, ini anjuran menikah or nakut-nakutin biar jgn nikah ni? hehe.. wadow aku jadi takut neh.. (untuk menikah yg.. kedua)
July 11, 2008 at 3:31 am
wah judule kie serem tenan….
July 11, 2008 at 4:37 am
@ame268 menakutkan ya .. bukannya buat kita jadi melek dengan kondisi jaman kang ?
@pipiw masa serem mbak, kan disekeliling kita sudah banyak terjadi hal yang demikian, atau bahkan kita sendiri sebenarnya sudah pernah merasakan tapi …
July 11, 2008 at 6:10 am
Judul diatas kurang kata-katanya. Siapa yang ingin hidupnya sengsara .. MENIKAHLAH Lagi ! he he he he….
October 31, 2008 at 6:20 pm
judule serem tapi ndk seserem pengertianya kaaaaan
November 15, 2008 at 5:00 am
Apa itu artinya orang dulu ga pernah salah pilih pasangan? gak juga kan… Yang pasti nilai itu sendiri mengalami pergeseran. Dari dulu hingga sekarang. Kriteria tuntutan diri kita juga jadi semakin banyak. Begitu merasa ga sesuai, langsung bilang ga cocok and..thats it. kalo kita belajar selugu orang orang jaman dulu yg slalu berusaha unt mempertahankan, ya pasti bisa, en MENIKAH bisa menjadi babak baru yang membahagiakan untuk dua duanya….
November 21, 2008 at 11:04 am
seperti koin…punya dua sisi, that’s life…rite? emang ga menikah bakal lepas dari masalah hidup?hehehe…
January 7, 2009 at 7:30 am
hmmm…susahnya menikah ama cewek posesif…. :’(
nikah blm ada 2 minggu, suka marah2 trus minta cerai….
huh…malangnya nasibku…:(
ada saran?
mkasih.
February 14, 2009 at 12:39 am
Jd gimana ni???
Pertama2 melihat pernikahan seperti hal yang rada2 ‘menakutkan’…
tp, ujung2nya mlah bilang segeralah menikah…
“”Sudahkah kita introspeksi diri kita bahwa kita juga melakukan hal yang kurang lebih sama dengan apa yang dilakukan pasangan kita ? “” Bagus tuh kata2nya…
Hehe
February 16, 2009 at 3:59 am
@qie
Segeralah menikah untuk melanjutkan step2x kehidupan
March 12, 2009 at 7:50 am
judulnya kontroversial bangeetttt!!!
May 24, 2009 at 9:20 am
tipo lor… nggak mau pecaya. Yg menulis judule ini perkahwinannya pasti nggak bahagia..