Saya hidup dengan 3 orang wanita. Meski tidak sekaligus, tapi jarang saya hidup dengan seorang wanita saja. Alasan pertama, berat bagi saya untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga meski saya juga yang melakukannya saat saya bersama dengan seorang wanita saja.
Apakah Tuhan Kurang Sexy ?
December 4, 2007Melihat sesuatu yang indah adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Kita bisa menikmati indahnya alam sekitar, suasana yang indah atau yang lainnya. Jika melihat cewek yang indah atau cowok yang keren apakah itu juga termasuk nikmat ? Atau mempunyai rumah sendiri yang bagus, asri dan nyaman untuk dihuni. Misalkan lagi mempunyai kendaraan yang bagus dan nyaman untuk dikendarai atau perumpamaan yang lainnya. Ya, pasti semua itu adalah nikmat ![]()
Banyak orang rela membanting tulang cari duit yang banyak untuk mengejar kenikmatan yang seperti ini. Dengan sekuat tenaga kita berusaha mencari dana untuk mendapatkan semuanya itu. Masih ingatkah kita bahwa ada yang lebih dan lebih dari semua kenikmatan itu ? Read the rest of this entry »
Libur Posting sementara
August 22, 2007Sedih rasanya, tapi harus dilakukan.
Sementara libur posting karena kerjaan kantor yang tak bisa ditunda
Linuxisasi Kantor sangat menyita waktu dan pikiran, so sementara libur posting dulu ya sampai linuxisasi rampung dan sukses .. semoga
Bosan dengan pasangan
August 6, 2007Semua orang pasti pernah merasakan bosan dengan pasangan kita. Bukan dalam artian kita tidak lagi mencintai dan menyayanginya tapi hanya bosan saja. Hal ini biasanya disebabkan oleh hal – hal yang bersifat rutin.
Sebenarnya perasaan bosan tidak hanya dilanda saat kita mempunyai pasangan, tetapi bisa juga terjadi saat kita sendiri. Kebosanan akan muncul saat kita melakukan sebuah rutinitas dalam kurun waktu tertentu. Langsung saja kita bahas bagaimana mengsiasati kebosanan.
Banyak cara untuk mengsiasati kebosanan ini, masing – masing orang mempunyai cara yang berbeda untuk mengatasi kebosanan. Akan tetapi pada intinya sama saja yaitu melakukan sesuatu diluar kebiasaan.
Bagaimana menurut anda, apa yang anda lakukan jika sedang merasakan kebosanan dengan pasangan anda ?
Rutinitas adalah sesuatu yang luar biasa
August 6, 2007Pernahkah kita berbuat baik ? Jawabannya pasti banyak yang mengatakan sering, tapi pernahkah kita menghitung berapa banyak kita berbuat baik selama sehari saja. Pasti sering lupa daripada ingatnya. Bagaimana rasanya jika kita berbuat baik ? Apakah merasa jantung berdebar, merasa teringat terus seharian atau bahkan lebih dari sehari masih ingat terus atau bahkan sudah melupakan perbuatan baik kita. Berikut ini saya akan coba untuk membandingkan perasaan masing – masing dari kita, apakah kita masih tergolong orang normal atau sudah tidak lagi normal sebagai kodratnya sebagai seorang manusia.
Bagaimana perasaan anda saat pertama kali melakukan perbuatan baik semisal menemukan sebuah handphone orang yang sedang jalan kemudian jatuh, lalu anda ambil dan mengejar orang itu dan menyerahkannya. Anda tanpa basa basi langsung berlalu saja dengan tersenyum saja, si orang tersebut berterimakasih kepada anda karena telah menemukan handphonenya. Kalau saya, saya merasakan perasaan yang luar biasa, bagaimana tidak, godaan yang ada di pikiran saya luar biasa. Saya tahu bahwa handphone ini milik orang tersebut akan tetapi handphone ini bagus sekali, saya saja tidak punya handphone sebagus ini. Pikiran untuk memiliki handphone ini sangat besar akan tetapi tetap saya kembalikan karena memang ini bukan milik saya. Saya yakin bahwa Allah memberikan rizki kepada kita dengan jalan yang baik pula tidak dengan jalan seperti ini. Pemikiran ini yang membuat saya harus mengembalikan handphone ini meski pemiliknya tidak menyadari bahwa handphonenya telah jatuh dijalan. Saya yakin perasaan luar biasa yang bedebar-debar kelamaan akan menghilang dan sudah menjadi sesuatu yang biasa, hal ini yang ingin saya rasakan yaitu merasa biasa-biasa saja saat berbuat baik. Disini berbuat baik dalam artian beramal sholeh dan beramal sholeh tidak selalu dengan mengeluarkan uang.
Sekarang coba kita balik kondisi dari yang baik menjadi bagaimana perasaan kita saat berbuat keburukan seisal mencuri handphone seeseorang. Kalau saya, perasaan berdebar – debarnya sama seperti saat saya mengembalikan handphone yang saya temukan kepada siempunya. Akan tetapi perasaan berdebar ini ditambah dengan perasaan takut akan bertemu sang empunya handphone. Kondisi berbalik seperti ini sebenarnya yang kita rasakan sama saja akan tetapi menjadi sesuatu yang biasa jika kita melakukannya secara rutin. Perasaan berdebar dan ketakutan kelamaan akan menghilang dan berganti menjadi perasaan yang biasa saja.
Dijaman yang serba modern ini (orang bilang begitu katanya) tidak sedikit orang rela melepaskan sisi buruknya untuk mengejar sesuatu yang bersifat sementara. Ada saja orang berdalih ingin melepaskan stress tetapi malah masuk ke tempat hiburan malam ber “ajeb-ajeb” ria. Atau orang ingin menghilangkan kepenatan dalam bekerja pagi, siang dan malang kemudian malah masuk ke tempat prostitusi. Kehidupan metropolis yang sangat mempengaruhi gaya hidup seeseorang hingga tidak sedikit orang menggunakan narkoba dan sebangsanya. Sungguh sangat disayangkan mereka rela melepaskan sisi buruknya demi sesuatu yang semu. Padahal setelah menghindar sejenak besok akan bertemu kembali dengan permasalahan hidup yang tidak ada hentinya dan untuk pertama kalinya mencoba melakukannya, saya yakin anda pasti berdebar-debar.
Segala sesuatunya tergantung kita sendiri ingin melepaskan perasaan berdebar ini untuk kebaikan atau keburukan. Karena semakin jarang kita melakukan perbuatan itu maka semakin luar biasa pula perasaan itu. Saya yakin anda tidak ingin melepaskan sisi buruk anda bukan, karena sekali saja anda melepaskan sisi buruk itu anda akan ketagihan dan selalu ketagihan, kata orang sekarang bisa addicted ![]()
Obat hati itu lebih susah daripada obat fisik, maka kurunglah selalu sisi buruk anda jangan sampai dilepaskan.
HAMPA
August 6, 2007Kadang aku merasa hampa
Penat dengan segala pernak pernik hidup
Aku Sholat
Aku membaca kitab
Aku bekerja
Aku juga bermain
Semuanya terasa hampa
Tak bermakna apa – apa
Tak berasa apa – apa
Apakah ini yang dinamakan hidup
Hanya serangkaian kegiatan yang tiada ujung pangkalnya
Hidupkah ini
hanya bernapas pagi siang dan malam
Ataukah seonggok daging yang bergerak
Tanpa tahu arah dan tujuan
Aku kehilangan MU
Apalah arti hidup ini tanpaMU
kadang ingin terbebas dari takdir
mungkinkah
Apakah ini perbudakan oleh takdir
Bukan, bukan ini yang kumau
Aku mau hidup ini berasa
Aku mau hidup ini bermakna
Aku mau hidup ini untukMU
Aku mau dan mau
Aku harus menemukanMU
dan tak ingin ditinggalkan olehMU
Tolong jangan pergi dariku
Hanya KAU yang mampu itu
Tetaplah bersamaku
Aku tenang, denganMU aku tenang
tentram
damai
tak lagi HAMPA
Takdir dan efek dari masa lalu
July 25, 2007Banyak orang sering berpikir bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah takdir. Semua sudah digariskan oleh Allah SWT akan apa yang terjadi padanya. Saya punya pemikiran yang berbeda, meski tidak berbeda 100%.
Saya percaya akan Qadha dan Qadar, karena memang semua manusia mempunyai takdirnya masing – masing. Saya berpikir bahwa apa yang saya alami saat ini bukan murni sebuah takdir karena terdapat hukum sebab akibat yang memang sudah diciptakan sejak dulu agar semua makhluk Allah bisa berkembang. Hal – hal yang diluar hukum sebab akibat inilah yang saya sebut sebuah takdir. Misalkan, saya berjalan di tengah jalan dimana banyak lalu lalang kendaraan sehingga sangat membahayakan. Jika saya tertabrak kendaraan maka ini adalah sebab akibat. Lain halnya jika saya sudah berjalan di trotoar terus masih saja tertabrak kendaraan. Kita sudah berhati – hati tetapi masih saja terkena musibah, baru ini yang dinamakan takdir. Atau kondisi fisik seseorang itu juga bisa dinamakan sebagai takdir, oleh karena itu kita dilarang mengolok – olok seseorang karena fisiknya meskipun itu hanya untuk bercanda, karena Allah itu menciptakan manusia dalam kondisi yang sudah sempurna, yang mengatakan cacat hanyalah manusia saja dengan pengetahuannya yang sangat sempit sehingga tidak bisa melihat kesempurnaan yang diberikan Allah kepada masing – masing orang.
Sering kita tidak mempertimbangkan keputusan kita dalam melakukan sesuatu, sehingga jika terjadi hal yang tidak kita inginkan dan dengan gampang kita menganggapnya sebagai sebuah takdir dari Allah yang tidak bisa kita elakkan. Padahal hal itu adalah karena akibat dari keputusan yang kita ambil sendiri. Saya ambil contoh sepasang kekasih yang putus hubungan atau seorang suami istri yang cerai. Banyak orang bilang memang belum jodohnya atau banyak alasan lain yang menghubungkan dengan takdir. Mungkinkah kita salah memilih seorang suami atau istri. Saya tidak punya jawaban tentang pertanyaan ini, apalagi proses pencarian istri atau suami dengan jalan yang sangat manusiawi yaitu berkenalan atau berpacaran seperti anak sekarang bilang (padahal saya juga anak sekarang). Saya yakin jika terjadi perceraian, seharusnya kita berpikir dan merenung terlebih dahulu apakah kita sudah benar memilih pasangan kita ini dengan konsekwensi yang bisa diprediksi. Jadi pada intinya perceraian adalah bukan murni kesalahan karena Takdir tetapi itu adalah akibat dari salah memberikan keputusan, seperti yang saya katakan diatas efek dari masa lalu. Salah mengambil keputusan kadang tidak dirasakan dalam waktu dekat, bisa jadi kita rasakan setelah selang waktu beberapa lama.
Solusi cerdas adalah menyerahkan semuanya kepada Allah SWT, biarlah Allah yang mengatur kehidupan kita, karena jika kita yang mengatur belum tentu akan menjadi kebaikan bahkan sangat mungkin akan mendatangkan keburukan untuk diri kita maupun orang lain.
If Tomorrow Never Comes……
July 16, 2007Gak tahu ini cerita darimana tapi bagus dan semoga bermanfaat :
Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 tahun. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki2 lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya. Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya. Dia sangat pendiam, dia hanya mendengarkan apa yg saya katakan.
Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya ttg apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman2 yang berbeda tapi ketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicara
ttg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari, saya bercerita kepadanya ttg anak laki2 yang saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya.. Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres. Dia memberikan kata2 yang mendukung dan membantu saya utk melupakannya. Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yg lain dari dirinya yg saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan. Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yang lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri2, sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya.
Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya. Malam itu adalah
kesempatan terbesar yg saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan
bercakap2 tentang cita2 kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita ttg impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yg dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia. Saya pulang ke rumah dengan terluka krn saya tidak mengatakan perasaan saya yg sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama2 dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yg sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari ia pergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi.. saya menyimpan perasaan saya utk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dgn pesawat. Saya menangis ketika
saya memeluknya krn saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis. Saya merasa terluka karena saya tidak mengatakan apa yg ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris dan akhirnya menjadi seorg analis komputer. Saya sangat bangga dgn prestasi saya. Suatu hari saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yang bersamaan.
Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah peristiwa besar.
Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yg seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang2 malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yg ada di hati saya. Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yang tepat. Sebelum saya berangkat. . . tiba2 dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dgn saya.
Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New York. Kehidupan saya terus berjalan. Tahun2 berlalu. . . kami saling menulis surat dan bercerita mengenai hal yg terjadi dan bagaimana dia merindukan utk berbicara dgn saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6 surat kepadanya.
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 saya menerima sebuah catatan kecil mengatakan: “Temui
saya di pagar dimana kita biasa bercakap2.” Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya, tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan utk bernafas.
Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada
saya. Dia menangis sampai dia tidak dapat menangis lagi.. .. Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa ttg apa yg telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yg sesungguhnya kepadanya.
Hari2 berikutnya. dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji untuk menemui saya setiap kali dia mendapat libur. Saya tak dapat menunggu saat dia datang shg saya dpt bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.
Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya.
Suatu hari saya mendapat telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini. Sekarang saya tahu… mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalam-malaman. Air mata kesedihan dan kepedihan; bertanya2 mengapa hal ini bisa terjadi terhadap seseorang yg begitu baik spt dia?
Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New York utk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semunya
diberikan kepada keluargnya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah saat terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia.
Apapun yang dia kerjakan…. tidak bisa membuat suaminya bahagia seperti saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya yg diberikan kepada saya adalah sebuah diary. Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir. mengapa ini diberikan pada saya?
Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika di pesawat, saya teringat saat2 indah yg kami miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai akhirnya saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali2, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika di New York dan jatuh cinta dgn yg lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dgn saya di hari pernikahannya. Dia menulis bahwa ia membayangkan kalau itu adalah pernikahan kami. Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus
menceraikan istrinya. Saat2 terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yg saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan: “Hari ini saya akan mengatakan kepadaanya kalau saya mencintainya” Itu adalah hari dimana dia meninggal. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yg sesungguhnya ada dlm hatinya.
Dear friend …
Jika engkau mencintai seseorang,
“JANGAN PERAH MENUNGGU HARI ESOK UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA”
Ciuman Salah Waktu
May 28, 2007Kadang kita sering lupa dan sulit membedakan cinta kasih kita kepada siapa atau apa. Seperti cerita yang akan saya sampaikan berikuti ini.
Rere seorang anak berusia 2 tahun dari pasangan suami istri (pasutri) muda. Pada usia ini sedang sayang – sayangnya pasangan muda ini hingga pada suatu hari si Rere ini ulang tahun yang ke-2. Tentu saja sang ibu muda ini sibuk melakukan persiapan untuk ulang tahun anaknya, tidak lupa mencarikan sebuah kado spesial untuk anaknya. Sang ibu pergi dari mall ke mall untuk mencari kado yang cocok dan kira – kira akan sangat disukai oleh si Rere. Read the rest of this entry »
Cemburu baik apa buruk ?
May 22, 2007Pernahkah anda sekalian cemburu atas pasangan anda (kepada suami atau istri) ?
Saya yakin semua orang pasti merasa cemburu atas pasangan anda. Semua itu wajar saja, karena itu tandanya kita masih mencintai pasangan kita. Sampai batasan manakah kewajaran itu ? Banyak sekali sebenarnya yang ingin saya tanyakan akan tetapi saya akan coba untuk mengungkap atas apa yang saya pikirkan saja. Mungkin pikiran anda berbeda dengan saya dan itu hal wajar karena kita mempunyai otak yang berbeda pula. Read the rest of this entry »
Posted by andi
Posted by andi
Posted by andi 