Takdir dan efek dari masa lalu

Banyak orang sering berpikir bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah takdir. Semua sudah digariskan oleh Allah SWT akan apa yang terjadi padanya. Saya punya pemikiran yang berbeda, meski tidak berbeda 100%.

Saya percaya akan Qadha dan Qadar, karena memang semua manusia mempunyai takdirnya masing – masing. Saya berpikir bahwa apa yang saya alami saat ini bukan murni sebuah takdir karena terdapat hukum sebab akibat yang memang sudah diciptakan sejak dulu agar semua makhluk Allah bisa berkembang. Hal – hal yang diluar hukum sebab akibat inilah yang saya sebut sebuah takdir. Misalkan, saya berjalan di tengah jalan dimana banyak lalu lalang kendaraan sehingga sangat membahayakan. Jika saya tertabrak kendaraan maka ini adalah sebab akibat. Lain halnya jika saya sudah berjalan di trotoar terus masih saja tertabrak kendaraan. Kita sudah berhati – hati tetapi masih saja terkena musibah, baru ini yang dinamakan takdir. Atau kondisi fisik seseorang itu juga bisa dinamakan sebagai takdir, oleh karena itu kita dilarang mengolok – olok seseorang karena fisiknya meskipun itu hanya untuk bercanda, karena Allah itu menciptakan manusia dalam kondisi yang sudah sempurna, yang mengatakan cacat hanyalah manusia saja dengan pengetahuannya yang sangat sempit sehingga tidak bisa melihat kesempurnaan yang diberikan Allah kepada masing – masing orang.

Sering kita tidak mempertimbangkan keputusan kita dalam melakukan sesuatu, sehingga jika terjadi hal yang tidak kita inginkan dan dengan gampang kita menganggapnya sebagai sebuah takdir dari Allah yang tidak bisa kita elakkan. Padahal hal itu adalah karena akibat dari keputusan yang kita ambil sendiri. Saya ambil contoh sepasang kekasih yang putus hubungan atau seorang suami istri yang cerai. Banyak orang bilang memang belum jodohnya atau banyak alasan lain yang menghubungkan dengan takdir. Mungkinkah kita salah memilih seorang suami atau istri. Saya tidak punya jawaban tentang pertanyaan ini, apalagi proses pencarian istri atau suami dengan jalan yang sangat manusiawi yaitu berkenalan atau berpacaran seperti anak sekarang bilang (padahal saya juga anak sekarang). Saya yakin jika terjadi perceraian, seharusnya kita berpikir dan merenung terlebih dahulu apakah kita sudah benar memilih pasangan kita ini dengan konsekwensi yang bisa diprediksi. Jadi pada intinya perceraian adalah bukan murni kesalahan karena Takdir tetapi itu adalah akibat dari salah memberikan keputusan, seperti yang saya katakan diatas efek dari masa lalu. Salah mengambil keputusan kadang tidak dirasakan dalam waktu dekat, bisa jadi kita rasakan setelah selang waktu beberapa lama.

Solusi cerdas adalah menyerahkan semuanya kepada Allah SWT, biarlah Allah yang mengatur kehidupan kita, karena jika kita yang mengatur belum tentu akan menjadi kebaikan bahkan sangat mungkin akan mendatangkan keburukan untuk diri kita maupun orang lain.

2 Responses to Takdir dan efek dari masa lalu

  1. wawan says:

    Salah satu anugerah bagi orang, adalah KEMERDEKAAN. Takdir adalah pilihan2 hidup, realitas yang menyeruak dalam kehidupan. Kemerdekaan adalah keputusan seseorang dalam memilih jalan hidupnya diantara pilihan-pilihan kehidupan.
    Pilihan yang terbaik tentunya yang selaras dengan pilihanNya. Pertanyaannya adalah seperti apakah pilihanNya??

  2. ella says:

    sepemikiran dg penulis, kalo saya sih, berpegang bahwa doa adalah senjata yg paling ampuh, sakti dan mujarab, serumit apapun kita dlm menghadapi masalah dlm kehidupan kita, hanya doa yg paling manjur untuk dilakukan, jadi saya tidak mau tidak teringat kepada Allah SWT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: