Libur Posting sementara

Sedih rasanya, tapi harus dilakukan.

Sementara libur posting karena kerjaan kantor yang tak bisa ditunda 😦

Linuxisasi Kantor sangat menyita waktu dan pikiran, so sementara libur posting dulu ya sampai linuxisasi rampung dan sukses .. semoga 🙂

Bosan dengan pasangan

Semua orang pasti pernah merasakan bosan dengan pasangan kita. Bukan dalam artian kita tidak lagi mencintai dan menyayanginya tapi hanya bosan saja. Hal ini biasanya disebabkan oleh hal – hal yang bersifat rutin.

Sebenarnya perasaan bosan tidak hanya dilanda saat kita mempunyai pasangan, tetapi bisa juga terjadi saat kita sendiri. Kebosanan akan muncul saat kita melakukan sebuah rutinitas dalam kurun waktu tertentu. Langsung saja kita bahas bagaimana mengsiasati kebosanan.

Banyak cara untuk mengsiasati kebosanan ini, masing – masing orang mempunyai cara yang berbeda untuk mengatasi kebosanan. Akan tetapi pada intinya sama saja yaitu melakukan sesuatu diluar kebiasaan.

Bagaimana menurut anda, apa yang anda lakukan jika sedang merasakan kebosanan dengan pasangan anda ?

Rutinitas adalah sesuatu yang luar biasa

Pernahkah kita berbuat baik ? Jawabannya pasti banyak yang mengatakan sering, tapi pernahkah kita menghitung berapa banyak kita berbuat baik selama sehari saja. Pasti sering lupa daripada ingatnya. Bagaimana rasanya jika kita berbuat baik ? Apakah merasa jantung berdebar, merasa teringat terus seharian atau bahkan lebih dari sehari masih ingat terus atau bahkan sudah melupakan perbuatan baik kita. Berikut ini saya akan coba untuk membandingkan perasaan masing – masing dari kita, apakah kita masih tergolong orang normal atau sudah tidak lagi normal sebagai kodratnya sebagai seorang manusia.

Bagaimana perasaan anda saat pertama kali melakukan perbuatan baik semisal menemukan sebuah handphone orang yang sedang jalan kemudian jatuh, lalu anda ambil dan mengejar orang itu dan menyerahkannya. Anda tanpa basa basi langsung berlalu saja dengan tersenyum saja, si orang tersebut berterimakasih kepada anda karena telah menemukan handphonenya. Kalau saya, saya merasakan perasaan yang luar biasa, bagaimana tidak, godaan yang ada di pikiran saya luar biasa. Saya tahu bahwa handphone ini milik orang tersebut akan tetapi handphone ini bagus sekali, saya saja tidak punya handphone sebagus ini. Pikiran untuk memiliki handphone ini sangat besar akan tetapi tetap saya kembalikan karena memang ini bukan milik saya. Saya yakin bahwa Allah memberikan rizki kepada kita dengan jalan yang baik pula tidak dengan jalan seperti ini. Pemikiran ini yang membuat saya harus mengembalikan handphone ini meski pemiliknya tidak menyadari bahwa handphonenya telah jatuh dijalan. Saya yakin perasaan luar biasa yang bedebar-debar kelamaan akan menghilang dan sudah menjadi sesuatu yang biasa, hal ini yang ingin saya rasakan yaitu merasa biasa-biasa saja saat berbuat baik. Disini berbuat baik dalam artian beramal sholeh dan beramal sholeh tidak selalu dengan mengeluarkan uang.

Sekarang coba kita balik kondisi dari yang baik menjadi bagaimana perasaan kita saat berbuat keburukan seisal mencuri handphone seeseorang. Kalau saya, perasaan berdebar – debarnya sama seperti saat saya mengembalikan handphone yang saya temukan kepada siempunya. Akan tetapi perasaan berdebar ini ditambah dengan perasaan takut akan bertemu sang empunya handphone. Kondisi berbalik seperti ini sebenarnya yang kita rasakan sama saja akan tetapi menjadi sesuatu yang biasa jika kita melakukannya secara rutin. Perasaan berdebar dan ketakutan kelamaan akan menghilang dan berganti menjadi perasaan yang biasa saja.

Dijaman yang serba modern ini (orang bilang begitu katanya) tidak sedikit orang rela melepaskan sisi buruknya untuk mengejar sesuatu yang bersifat sementara. Ada saja orang berdalih ingin melepaskan stress tetapi malah masuk ke tempat hiburan malam ber “ajeb-ajeb” ria. Atau orang ingin menghilangkan kepenatan dalam bekerja pagi, siang dan malang kemudian malah masuk ke tempat prostitusi. Kehidupan metropolis yang sangat mempengaruhi gaya hidup seeseorang hingga tidak sedikit orang menggunakan narkoba dan sebangsanya. Sungguh sangat disayangkan mereka rela melepaskan sisi buruknya demi sesuatu yang semu. Padahal setelah menghindar sejenak besok akan bertemu kembali dengan permasalahan hidup yang tidak ada hentinya dan untuk pertama kalinya mencoba melakukannya, saya yakin anda pasti berdebar-debar.

Segala sesuatunya tergantung kita sendiri ingin melepaskan perasaan berdebar ini untuk kebaikan atau keburukan. Karena semakin jarang kita melakukan perbuatan itu maka semakin luar biasa pula perasaan itu. Saya yakin anda tidak ingin melepaskan sisi buruk anda bukan, karena sekali saja anda melepaskan sisi buruk itu anda akan ketagihan dan selalu ketagihan, kata orang sekarang bisa addicted 🙂
Obat hati itu lebih susah daripada obat fisik, maka kurunglah selalu sisi buruk anda jangan sampai dilepaskan.

HAMPA

Kadang aku merasa hampa
Penat dengan segala pernak pernik hidup
Aku Sholat
Aku membaca kitab
Aku bekerja
Aku juga bermain

Semuanya terasa hampa
Tak bermakna apa – apa
Tak berasa apa – apa

Apakah ini yang dinamakan hidup
Hanya serangkaian kegiatan yang tiada ujung pangkalnya
Hidupkah ini
hanya bernapas pagi siang dan malam
Ataukah seonggok daging yang bergerak
Tanpa tahu arah dan tujuan

Aku kehilangan MU
Apalah arti hidup ini tanpaMU
kadang ingin terbebas dari takdir
mungkinkah

Apakah ini perbudakan oleh takdir
Bukan, bukan ini yang kumau
Aku mau hidup ini berasa
Aku mau hidup ini bermakna
Aku mau hidup ini untukMU
Aku mau dan mau

Aku harus menemukanMU
dan tak ingin ditinggalkan olehMU
Tolong jangan pergi dariku
Hanya KAU yang mampu itu
Tetaplah bersamaku
Aku tenang, denganMU aku tenang
tentram
damai
tak lagi HAMPA