Apakah Tuhan Kurang Sexy ?

Melihat sesuatu yang indah adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Kita bisa menikmati indahnya alam sekitar, suasana yang indah atau yang lainnya. Jika melihat cewek yang indah atau cowok yang keren apakah itu juga termasuk nikmat ? Atau mempunyai rumah sendiri yang bagus, asri dan nyaman untuk dihuni. Misalkan lagi mempunyai kendaraan yang bagus dan nyaman untuk dikendarai atau perumpamaan yang lainnya. Ya, pasti semua itu adalah nikmat 😉
Banyak orang rela membanting tulang cari duit yang banyak untuk mengejar kenikmatan yang seperti ini. Dengan sekuat tenaga kita berusaha mencari dana untuk mendapatkan semuanya itu. Masih ingatkah kita bahwa ada yang lebih dan lebih dari semua kenikmatan itu ? Read more of this post

Rutinitas adalah sesuatu yang luar biasa

Pernahkah kita berbuat baik ? Jawabannya pasti banyak yang mengatakan sering, tapi pernahkah kita menghitung berapa banyak kita berbuat baik selama sehari saja. Pasti sering lupa daripada ingatnya. Bagaimana rasanya jika kita berbuat baik ? Apakah merasa jantung berdebar, merasa teringat terus seharian atau bahkan lebih dari sehari masih ingat terus atau bahkan sudah melupakan perbuatan baik kita. Berikut ini saya akan coba untuk membandingkan perasaan masing – masing dari kita, apakah kita masih tergolong orang normal atau sudah tidak lagi normal sebagai kodratnya sebagai seorang manusia.

Bagaimana perasaan anda saat pertama kali melakukan perbuatan baik semisal menemukan sebuah handphone orang yang sedang jalan kemudian jatuh, lalu anda ambil dan mengejar orang itu dan menyerahkannya. Anda tanpa basa basi langsung berlalu saja dengan tersenyum saja, si orang tersebut berterimakasih kepada anda karena telah menemukan handphonenya. Kalau saya, saya merasakan perasaan yang luar biasa, bagaimana tidak, godaan yang ada di pikiran saya luar biasa. Saya tahu bahwa handphone ini milik orang tersebut akan tetapi handphone ini bagus sekali, saya saja tidak punya handphone sebagus ini. Pikiran untuk memiliki handphone ini sangat besar akan tetapi tetap saya kembalikan karena memang ini bukan milik saya. Saya yakin bahwa Allah memberikan rizki kepada kita dengan jalan yang baik pula tidak dengan jalan seperti ini. Pemikiran ini yang membuat saya harus mengembalikan handphone ini meski pemiliknya tidak menyadari bahwa handphonenya telah jatuh dijalan. Saya yakin perasaan luar biasa yang bedebar-debar kelamaan akan menghilang dan sudah menjadi sesuatu yang biasa, hal ini yang ingin saya rasakan yaitu merasa biasa-biasa saja saat berbuat baik. Disini berbuat baik dalam artian beramal sholeh dan beramal sholeh tidak selalu dengan mengeluarkan uang.

Sekarang coba kita balik kondisi dari yang baik menjadi bagaimana perasaan kita saat berbuat keburukan seisal mencuri handphone seeseorang. Kalau saya, perasaan berdebar – debarnya sama seperti saat saya mengembalikan handphone yang saya temukan kepada siempunya. Akan tetapi perasaan berdebar ini ditambah dengan perasaan takut akan bertemu sang empunya handphone. Kondisi berbalik seperti ini sebenarnya yang kita rasakan sama saja akan tetapi menjadi sesuatu yang biasa jika kita melakukannya secara rutin. Perasaan berdebar dan ketakutan kelamaan akan menghilang dan berganti menjadi perasaan yang biasa saja.

Dijaman yang serba modern ini (orang bilang begitu katanya) tidak sedikit orang rela melepaskan sisi buruknya untuk mengejar sesuatu yang bersifat sementara. Ada saja orang berdalih ingin melepaskan stress tetapi malah masuk ke tempat hiburan malam ber “ajeb-ajeb” ria. Atau orang ingin menghilangkan kepenatan dalam bekerja pagi, siang dan malang kemudian malah masuk ke tempat prostitusi. Kehidupan metropolis yang sangat mempengaruhi gaya hidup seeseorang hingga tidak sedikit orang menggunakan narkoba dan sebangsanya. Sungguh sangat disayangkan mereka rela melepaskan sisi buruknya demi sesuatu yang semu. Padahal setelah menghindar sejenak besok akan bertemu kembali dengan permasalahan hidup yang tidak ada hentinya dan untuk pertama kalinya mencoba melakukannya, saya yakin anda pasti berdebar-debar.

Segala sesuatunya tergantung kita sendiri ingin melepaskan perasaan berdebar ini untuk kebaikan atau keburukan. Karena semakin jarang kita melakukan perbuatan itu maka semakin luar biasa pula perasaan itu. Saya yakin anda tidak ingin melepaskan sisi buruk anda bukan, karena sekali saja anda melepaskan sisi buruk itu anda akan ketagihan dan selalu ketagihan, kata orang sekarang bisa addicted 🙂
Obat hati itu lebih susah daripada obat fisik, maka kurunglah selalu sisi buruk anda jangan sampai dilepaskan.

Jika Laki – Laki tidak tertarik pada Wanita

Pada dasarnya Wanita berdandan, fitnes, diet, rela bersusah payah supaya tampak menarik, sexy, tampak cantik, Feminim, dll untuk siapa kalau bukan untuk dilihat para LELAKI. Makanya jangan sewot klo banyak laki – laki yang memandang dengan berbagai macam pandangan terhadap anda para wanita, karena wanita diciptakan untuk laki – laki.

Bagaimana perasaan wanita jika para lelaki tidak ada dilirik atau diperhatikan / dilihat sama sekali. Pasti bertanya – tanya, ada apa dengan saya ? Apakah saya tidak menarik ? Apakah saya tidak cantik dan lain sebagainya. Dan tentunya akan membuat para wanita stress berat hanya gara – gara tidak dilihat oleh lelaki.

Akan tetapi ada lagi wanita yang lain jika dilihat, dilirik laki – laki mereka malah marah – marah, ngomong yang gak karuan, katanya laki – laki otaknya kotor lah, ngeres lah, dan lain sebagainya. Mungkin ini disebabkan karena para wanita ini sudah mengolah tubuhnya hingga bisa menarik perhatian para lelaki. Coba saja klo sudah susah payah olah tubuh tapi tetep aja gak diperhatikan lelaki, dijamin Stress berat deh dia.

Jika demikian, apakah benar Wanita diciptakan untuk Laki – Laki, Seperti Hawa diciptakan untuk Adam ?